Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Bagaimana Cara Turunnya Wahyu?

Wahyu merupakan petunjuk Allah yang diturunkan Allah kepada Nabi dan RasulNya, baik untuk pribadinya ataupun untuk disebarkan kepada umatnya. Namun, bagaimana cara turunnya wahyu kepada Nabi Muhamad SAW.? 1. Berupa Ar-Ru'yatu Shodiqoh (mimpi yang benar) 2. Berupa sesuatu yang dibisikkan oleh malaikat terhadap jiwa dan hati beliau tanpa dapat beliau lihat. 3. Berupa malaikat yang berwujud seorang laki-laki , lantas mengajak beliau berbicara hingga beliau memahaminya dengan baik apa yang dikatakan kepadanya. Dalam hal ini terkadang para sahabat dapat melihat malaikat tersebut. 4. Berupa bunyi gemerincing lonceng yang datang kepada beliau , diikuti dengan malaikat (yang menyampaikan wahyu) secara samar. Cara ini merupakan cara yang paling berat, sampai-sampai membuat kening beliau berkerut dan bersimbah peluh, padahal terjadi pada hari yang amat dingin. Demikian pula, mengakibatkan unta beliau duduk bersimpuh ke bumi bila beliau sedang menungganginya. Dan pernah juga suatu kali, wahyu...

Bebatuan dan Pohon Pernah bersujud kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketika Rasulullah SAW berusia 12 tahun menurut riwayat lain, 12 tahun 2 bulan 10 hari, Pamannya, Abu Thalib membawanya serta berdagang ke ngeri Syam hingga mereka sampai di suatu tempat bernama Bushra yang masih termasuk wilayah Syam dan merupakan ibu kota Hauran. Ketika itu, Syam Merupakan ibukota negara-negara Arab yang masih mengadopsi undang-undang Romawi. Di negeri inilah dikenal seorang Rahib (pendeta) yang bernama Bahira (ada yang mengatakan nama aslinya Jarjis). Ketika rombongan tiba, dia langsung menyongsong mereka padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal itu, kemudian berjalan di sela-sela mereka hingga sampai kepada Rasulullah SAW, lalu memegang tangannya sembari berkata, "inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta ini". Abu Thalib dan pemuka kaum Quraisy bertanya kepadanya, "Bagaimana anda tahu hal itu?" Dia menjawab, "Sesungguhnya ketika kalian muncul dan naik dari ...

Abdullah (ayahanda Nabi Muhamad) pernah akan dikorbankan oleh Abdul Mutholib

Ibu Abdullah bernama Fathimah binti Amr bin A'idz bin Imron bin Makhzum bin Yaqhzah bin Murroh. Abdulloh adalah calon anak yang akan dikurbankan oleh ayahnya. Kisahnya, ketika Abdul Mutholib bernadzar (berjanji atas nama Allah) jika ia dikaruniai anak 10 laki-laki berturut-turut tanpa diselingi perempuan, maka ia berjanji akan mengurbankan salah satu anaknya. ketika sudah menggenapkan jumlah anak laki-lakinya menjadi 10 orang dan mengetahui bahwa mereka mencegahnya agar mengurungkan niatnya, dia kemudian memberitahukan perihal nadzar tersebut sehingga mereka pun mau menaatinya. Dia menulis nama anak-anak mereka di anak panah yang akan diundikan di antara mereka dan dipersembahkan kepada patung hubal, kemudian undian tersebut dimulai, dan yang keluar adalah nama Abdullah. Maka Abdul Mutholib membimbingnya sembari membawa pedang dan pergi menuju ka'bah untuk segera menyembelihnya, namun orang-orang Quraisy mencegahnya, terutama paman-pamannya (dari pihak ibu) dari Bani Makhzum da...

Tahukah kalian bahwa Nabi Muhamad pernah dibelah dadanya?

Halimatu Sa'diyah meminta ijin kembali kepada Aminah setelah 2 tahun menyusui Muhamad dari bayi hingga berumur 2 tahun. Halimah terus membujuk Aminah untuk mengijinkannya mengasuh Muhamad yang kedua kalinya dan Aminahpun mengijinkannya. Akhirnya Muhamad tinggal di perkampungan kabilah Bani Sa'ad yang kedua kalinya. Imam Muslim meriwayatkan, dari Anas bahwasannya Rasulullah SAW didatangai oleh Jibril a.s. saat beliau tengah bermain bersama teman-teman sebayanya. Jibril menangkap dan merebahkan beliau di atas tanah lalu membelah jantungnya, kemudian mengeluarkannya, dari jantung inilah dikeluarkannya segumpal darah. Jibril berkata: "ini adalah bagian setan yang ada pada dirimu (sehingga bila tetap ada, ia dapat memperdayaimu)", kemudian mencuci jantung tersebut dengan air zam-zam di dalam baskom yang terbuat dari emas, lalu memperbaikinya dan menaruhnya di tempat semula. Teman-teman sebayanya tersebut berlarian mencari ibu susuannya seraya berkata: 'Muhamad telah di...

Anak-anak Nabi Muhammad SAW dari Khadijah

Kita sering mendengar bahwa Rasulullah SAW mempunyai puteri bernama Fathimah. Tapi apakah anak Nabi Muhamad hanya Fathimah? Tidak, Nabi Muhamad mempunyai beberapa anak dari Khadijah dan Mariyatul Qibtiyah. Kita akan membahas anak-anak dari mereka. Anak-anak Rasulullah dari Khadijah: 1. Qosim (dengan nama ini Nabi Muhamad di juluki Abul Qosim) 2. Zainab 3. Ruqoyyah 4. Ummu Kultsum 5. Fathimah 6. Abdulloh Sementara anak Nabi Muhamad dari Mariyatul Qibtiyah adalah Ibrohim. Nah, itulah nama-nama anak Nabi Muhammad. Anak laki-laki beliau meninggal semua ketika masih kecil.

Anak-anak Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad SAW)

Kita tahu bahwa ayah Nabi Muhamad bernama Abdulloh. Abdulloh ini adalah salah satu anak dari Abdul Mutholib, maka dari itu, status Nabi Muhammad adalah cucu dari Abdul Mutholib. Abdulloh adalah salah satu anak dari Abdul Mutholib, lalu siapakah anak Abdul Mutholib yang lain? Berikut adalah anak laki-laki dari Abdul Mutholib (kakek nabi Muhammad SAW): 1. Al-Harits 2. Az-Zubair 3. Abu Tholib 4. Abdulloh (ayah nabi Muhammad SAW) 5. Hamzah 6. Abu Lahab 7. Al-Ghaidaq 8. Al-Muqowwam 9. Shaffar 10. Al-Abbas Sedangkan anak perempuan Abdul Mutholib  yaitu: 1. Ummul Hakim ( Al-Baidlo / si putih) 2. Barrah 3. Atikah 4. Shafiyyah 5. Arwa 6. Umaimah Nah, itulah anak-anak Abdul Mutholib.

Nasab Nabi Muhammad SAW.

Nasab Nabi Muhammad SAW terbagi ke dalam tiga klasifikasi: Pertama, yang disepakati oleh Ahlus Siyar wal anshab (para sejarawan dan ahli nasab); yaitu urutan beliau hingga Adnan. Kedua, yang masih diperselisihkan antara yang mengambil sikap diam dan tidak berkomentar dengan yang berpendapat dengannya, yaitu urutan nasab beliau dari atas Adnan hingga Ibrahim a.s. Ketiga, yang tidak diragukan lagi bahwa di dalamnya terdapat riwayat yang tidak shahih, yaitu urutan nasab beliau mulai dari atas Nabi Ibrahim a.s. hingga Nabi Adam a.s. Nasab Pendapat Pertama, (dari Nabi Muhammad SAW hingga Adnan) Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (nama aslinya, Syaibah) bin Hasyim (nama aslinya, Amr) bin Abdul Manaf (nama aslinya, al-Mughiroh) bin Qushoy (nama aslinya, Zaid) bin Kilab bin Murroh bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (dialah yang dijuluki sebagai Quraisy yang kemudian suku ini dinisbatkan kepadanya) bin Malik bin An-Nadhr (nama aslinya, Qois) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudr...

Siapa yang Menimbun Sumur Zam-zam?

Sumur zam-zam merupakan karunia Allah untuk umat manusia. Sumur itu muncul atas izin Allah untuk memberikan minuman kepada siti Hajar dan anaknya Ismail. Berjalannya waktu kemudian Mekah semakin ramai, yang pertama kali datang setelah Hajar dan Isma'il a.s. adalah suku Jurhum. Mereka meminta ijin kepada Hajar untuk tinggal bersama di Mekah. Isma'il beranjak dewasa kemudian menikah dengan salah satu wanita dari suku Jurhum. Hasil pernikahannya dikaruniai anak 12 orang.  12 orang anak Nabi Isma'il a.s. membentuk kabilah-kabilah yang semuanya meninggalkan Mekah kecuali Nabit dan Qaidar. Setelah wafatnya Isma'il a.s., kepemimpinan kota Mekah dipegang oleh keduanya. Hingga akhirnya mereka juga wafat dan digantikan oleh kakek mereka yaitu Mudhadh bin Amr Al-Jurhumi (mertua nabi Isma'il a.s.). Di Mekah, keadaan suku Jurhum semakin memburuk setelah itu, dan mereka mengalami kesulitan hidup. Hal ini menyebabkan mereka mendhalimi orang-orang yang datang ke kota Mekah dan mera...

Sejarah Kaum Arab di Mekah (Arab Musta'ribah/Adnaniyah)

 Adapun Arab Musta'ribah . nenek moyang mereka yang tertua adalah Nabi Ibrahim a.s. yang berasal dari negeri Irak, dari sebuah kota yang disebut Ur. Kota ini terletak di tepi barat sungai Eufrat berdekatan dengan Kufah. Sebagaimana diketahui, Nabi Ibrahim a.s. telah berhijrah dari sana menuju Haran atau Harran, setelah itu menuju Palestina yang kemudian beliau jadikan sebagai markas dakwah beliau. Beliau banyak melakukan perjalanan ke pelosok negeri ini dan selainnya. Beliau juga pernah mengunjungi Mesir. Fir'aun kala itu berupaya untuk memperdaya dan berniat buruk terhadap istri beliau, Sarah. Namun Allah membalas tipu dayanya dan menjadikannya senjata makan tuan. Maka tersadarlah Fir'aun betapa kedekatan hubungan Sarah dengan Allah hingga akhirnya ia jadikan anaknya, Hajar sebagai abdi Sarah. Ibrahim a.s. kembali ke Palestina kemudian Hajar dinikahkan dengan Nabi Ibrahim a.s. oleh Sarah. Hasil pernikahan Ibrahim a.s. dengan Hajar, Allah menganugerahkan kepada mereka seora...

Kaum-kaum Arab

 Para sejarawan membagi kaum-kaum Arab berdasarkan garis keturunan asal mereka menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Arab Ba'idah (اَلْعَرَبِيَةُ الْبَعِيْدَةُ) Yaitu kaum-kaum Arab kuno yang sudah punah dan tidak mungkin melacak rincian yang cukup tentang sejarah mereka, seperti kaum 'Ad, Tsamud, Thasm, Judais, Imlaq (bangsa raksasa), dan lain-lainnya. 2. Arab Aribah Yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Ya'rub bin Yasyjub bin Qahthan, atau disebut pula Arab Qahthaniyah. 3. Arab Musta'ribah Yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Nabi Ismail a.s., yang disebut pula Arab Adnaniyah. Tanah air Arab Aribah (kaum Qahthaniyah) adalah negeri Yaman, lalu mereka berkembang menjadi beberapa kabilah dan anak kabilah (marga) yang terkenal darinya ada dua kabilah, yaitu:     a. Himyar, anak kabilahnya yang paling terkenal adalah Za'id al-Jumhur, Qudha'ah dan Sakasik     b. Kahlan, anak kabilahnya yang paling terkenal adalah Hamadan, Anmar, Thayyi',...