Postingan

Siapa yang Menimbun Sumur Zam-zam?

Sumur zam-zam merupakan karunia Allah untuk umat manusia. Sumur itu muncul atas izin Allah untuk memberikan minuman kepada siti Hajar dan anaknya Ismail. Berjalannya waktu kemudian Mekah semakin ramai, yang pertama kali datang setelah Hajar dan Isma'il a.s. adalah suku Jurhum. Mereka meminta ijin kepada Hajar untuk tinggal bersama di Mekah. Isma'il beranjak dewasa kemudian menikah dengan salah satu wanita dari suku Jurhum. Hasil pernikahannya dikaruniai anak 12 orang.  12 orang anak Nabi Isma'il a.s. membentuk kabilah-kabilah yang semuanya meninggalkan Mekah kecuali Nabit dan Qaidar. Setelah wafatnya Isma'il a.s., kepemimpinan kota Mekah dipegang oleh keduanya. Hingga akhirnya mereka juga wafat dan digantikan oleh kakek mereka yaitu Mudhadh bin Amr Al-Jurhumi (mertua nabi Isma'il a.s.). Di Mekah, keadaan suku Jurhum semakin memburuk setelah itu, dan mereka mengalami kesulitan hidup. Hal ini menyebabkan mereka mendhalimi orang-orang yang datang ke kota Mekah dan mera...

Sejarah Kaum Arab di Mekah (Arab Musta'ribah/Adnaniyah)

 Adapun Arab Musta'ribah . nenek moyang mereka yang tertua adalah Nabi Ibrahim a.s. yang berasal dari negeri Irak, dari sebuah kota yang disebut Ur. Kota ini terletak di tepi barat sungai Eufrat berdekatan dengan Kufah. Sebagaimana diketahui, Nabi Ibrahim a.s. telah berhijrah dari sana menuju Haran atau Harran, setelah itu menuju Palestina yang kemudian beliau jadikan sebagai markas dakwah beliau. Beliau banyak melakukan perjalanan ke pelosok negeri ini dan selainnya. Beliau juga pernah mengunjungi Mesir. Fir'aun kala itu berupaya untuk memperdaya dan berniat buruk terhadap istri beliau, Sarah. Namun Allah membalas tipu dayanya dan menjadikannya senjata makan tuan. Maka tersadarlah Fir'aun betapa kedekatan hubungan Sarah dengan Allah hingga akhirnya ia jadikan anaknya, Hajar sebagai abdi Sarah. Ibrahim a.s. kembali ke Palestina kemudian Hajar dinikahkan dengan Nabi Ibrahim a.s. oleh Sarah. Hasil pernikahan Ibrahim a.s. dengan Hajar, Allah menganugerahkan kepada mereka seora...

Kaum-kaum Arab

 Para sejarawan membagi kaum-kaum Arab berdasarkan garis keturunan asal mereka menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Arab Ba'idah (اَلْعَرَبِيَةُ الْبَعِيْدَةُ) Yaitu kaum-kaum Arab kuno yang sudah punah dan tidak mungkin melacak rincian yang cukup tentang sejarah mereka, seperti kaum 'Ad, Tsamud, Thasm, Judais, Imlaq (bangsa raksasa), dan lain-lainnya. 2. Arab Aribah Yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Ya'rub bin Yasyjub bin Qahthan, atau disebut pula Arab Qahthaniyah. 3. Arab Musta'ribah Yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Nabi Ismail a.s., yang disebut pula Arab Adnaniyah. Tanah air Arab Aribah (kaum Qahthaniyah) adalah negeri Yaman, lalu mereka berkembang menjadi beberapa kabilah dan anak kabilah (marga) yang terkenal darinya ada dua kabilah, yaitu:     a. Himyar, anak kabilahnya yang paling terkenal adalah Za'id al-Jumhur, Qudha'ah dan Sakasik     b. Kahlan, anak kabilahnya yang paling terkenal adalah Hamadan, Anmar, Thayyi',...